Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “skuad manchester united terbaru”

Inter Milan Targetkan 2 Remaja Manchester United

0
Prediksimafiabola.com - Raksasa Serie A, Inter Milan dikabarkan tengah memikirkan rencana buat membajak 2 pemain muda kepunyaan Manchester United pada masa panas nanti. Sejak beberapa bulan lalu, Inter kabarnya berniat untuk menggaet pemain muda United, Tahith Chong. Pemain sayap asal Belanda itu pun diklaim mengiyakan pinangan Nerazzurri. Namun, Inter sepertinya belum berencana mengakhiri perburuan mereka terhadap para pemain muda penuh talenta milik United.

Ketertarikan Inter Milan

Kini sepeti dilansir The Sun, Inter kabarnya tengah memantau perkembangan dari dua remaja milik United, yakni Charlie Wellens dan James Garner. Wellens masih berusia 17 tahun, sedangkan Garner satu tahun lebih tua. Keduanya sama-sama berposisi sebagai gelandang. Manchester United sendiri diyakini masih tak memiliki keinginan untuk melepas kedua pemain tersebut. Namun, keduanya, khususnya Wellens, bisa jadi kepincut dengan rayuan Inter.
Baca juga : Prediksi Pertandingan PS Sleman vs Tira Persikabo 8 Maret 2020

Kedekatan Inter dan Manchester United

Inter sendiri akhir-akhir ini memang berhubungan baik dengan Manchester United, khususnya dalam hal transfer pemain. Pada musim panas lalu, Inter memboyong Romelu Lukaku serta meminjam Alexis Sanchez dari United. Sementara pada Januari kemarin, La Beneamata menggaet Ashley Young.

Manchester United Harus Segera Benahi Kekuatan Klub

0

Prediksimafiabola - Manchester United harus meningkatkan kekuatan skuadnya di bursa transfer bulan Januari 2020, jika mereka tidak akan mendapatkan lebih buruk. Pusat lapangan adalah salah satu sektor yang paling mendesak untuk ditangani.

Manchester United sangat membutuhkan gelandang baru yang berkualitas dan mumpuni. Kebutuhan itu sangat terbukti ketika Setan Merah ditahan Aston Villa 2-2 pada lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (1/12/2019).

Sebenarnya, problem itu sudah terlihat saat MU ditahan 3-3 di kandang Sheffield United bulan lalu. Sekarang, problem di lini tengah semakin terlihat serius.

Absennya Scott McTominay pada tiga laga terakhir MU membuat lini tengah MU kalang kabut. Duet Andreas Pereira dan Fred menjadi andalan di lini tengah saat menghadapi Sheffield United dan Aston Villa. Tapi, hasilnya ternyata jauh dari harapan.

MU tak mampu mengontrol permainan pada kedua pertandingan tersebut. Fakta itu makin menunjukkan MU butuh gelandang baru.

McTominay dan Paul Pogba kemungkinan akan kembali beraksi pada pekan depan. Tapi, MU tetap butuh gelandang baru supaya tetap tampil konsisten saat ada pemain yang absen.

Berikut ini empat gelandang yang kontraknya di klub masing-masing bakal habis pada musim depan dan bisa diboyong Manchester United.

Christian Eriksen Ole Gunnar Solskjaer telah berbicara dengan Christian Eriksen pada musim panas 2019. Dia sangat memahami keinginan gelandang Tottenham Hotspur itu untuk mencari tantangan setelah enam tahun di London Utara.

Namun, saat itu Solskjaer mendapat informasi Eriksen lebih suka pindah ke Real Madrid daripada Manchester. MU akhirnya mundur teratur.

Namun, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, kemungkinan akan mempriorotaskan memburu Paul Pogba pada musim panas tahun depan. Jadi, Eriksen kemungkinan tak punya banyak peluang hijrah ke Real Madrid.

Jika MU butuh gelandang bagus, tapi harganya murah, Eriksen bisa menjadi opsi. Harga Eriksen diprediksi tak mahal karena kontraknya di Spurs habis pada 2020.

Baca juga : Zlatan Ibrahimovic Menemukan Masa Depan di Italia

Ever Banega Fans Manchester United yang menyaksikan babak 16 besar Liga Champions musim lalu kontra Sevilla di Old Trafford pasti ingat dengan aksi Ever Banega. Dia berhasil mengontrol permainan yang membuat Sevilla menang 2-1.

Banega adalah gelandang pengatur tempo. Pada usia 31 tahun, dia sudah mulai masuk pengujung karier. Namun, tak diragukan lagi Banega bisa menjadi opsi yang berguna untuk meningkatkan kinerja lini tengah MU.

Selain itu, harga Banega diyakini juga tak terlalu mahal karena usianya sudah 31 tahun dan kontraknya di Sevilla habis musim depan.

Luka Modric Manchester United seharusnya menggaet Luka Modric sebagai pengganti Paul Scholes saat kali pertama pensiun pada 2011. Tapi, negosiasi antara Sir Alex Ferguson dan bos Spurs, Daniel Levy, buntu.

Real Madrid secara mengejutkan disebut berencana menjual gelandang senior Luka Modric. Pemain asal Kroasia tersebut bakal dijual dengan harga yang relatif murah pada bursa transfer Januari 2020.

Ini bisa menjadi kesempatan bagi Manchester United. Keberadaan Modric bisa menjadi tambahan yang sangat signifikan di lini tengah Setan Merah.

Blaise Matuidi Blaise Matuidi masih menjadi pemain reguler di Juventus. Namun, pembicaraan kontrak baru antara sang pemain dan Juventus belum juga menemui titik temu.

Blaise Matuidi disebut bisa menjadi tambahan tenaga yang sangat signifikan di lini tengah MU. Harganya juga relatif murah karena kontraknya di Juventus bakal habis pada tahun depan.

Banyak Perdebatan Pertandingan Mu Dan Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Serangkaian kontroversi mewarnai duel Manchester United vs Liverpool akhir pekan lalu. Wasit Martin Atkinson harus membuat sejumlah keputusan penting, didukung oleh Ole Gunnar Solskjaer tapi dikritik J├╝rgen Klopp.

Pertandingan sengit pada pekan ke-9 Premier League 2019/20 itu berakhir imbang 1-1. Hasil yang adil untuk kedua tim, khususnya bagi MU yang terasa seperti kemenangan.

Kontroversi pertama pertandingan ini terjadi pada proses terciptanya gol Marcus Rashford di babak pertama. Lalu kontroversi besar berikutnya ketika wasit menganulir gol Sadio Mane.

Kontroversi Gol Rashford Gol Rashford berawal dari serangan balik usai Victor Lindelof mencuri bola dari kaki Divock Origi. Serangan balik itu cepat dan agresif, gol yang indah untuk publik Old Trafford.

Namun, cara Lindelof mendapatkan bola dari Origi itulah yang dipermasalahkan. Klopp yakin betul Lindelof melakukan pelanggaran, tapi entah mengapa wasit tidak berpikir demikian.

"Dia [wasit] mengecek ulang dan saya 100 persen yakin VAR bakal menganulir gol itu, tapi jelas itu tidak terjadi. Wasit membiarkan pertandingan berlanjut sebab meski dia punya VAR, VAR berkata situasinya tidak jelas, jadi dia bisa berkata bahwa itu bukan pelanggaran," kata Klopp kepada Liverpool Echo.

"Jadi mereka tidak bisa menganulir gol itu, ini jelas masalah tentang bagaimana kita menggunakan VAR saat ini. Saya tidak marah, itu pelanggaran yang jelas, hanya itu."

Solskjaer Membantah Berbeda dengan Klopp, Solskjaer merasa tidak ada pelanggaran berarti pada proses gol Rashford itu. Komentar Solskjaer mungkin bias, sebab MU diuntungkan. Dia justru menyanyikan pujian untuk wasit.

"Saya kira wasit layak dipuji. Kami jarang melakukan ini. Dia membiarkan pertandingan ini berjalan seperti selayaknya pertandingan derby, tidak mungkin Anda tidak menyentuh pemain lawan," tutur Solskjaer kepada Goal.

"Itu bukan pelanggaran [kontroversi gol Rashford]. Saya kira Keano [Roy Keane] tidak akan menilai itu sebagai pelanggaran."

Baca juga : Liverpool Tidak Bisa Taklukkan Manchester United

Kontroversi Lainnya Selain gol Rashford yang disahkan, VAR pun bertanggung jawab atas dianulirnya gol Sadio Mane. Pemain Senegal ini dianggap handball pada proses menerima bola.

Tayangan ulang sebenarnya tidak cukup jelas, tapi wasit memutuskan Mane memang handball. Hal ini membuktikan bahwa sehebat apa pun VAR, keputusan tetap ada di tangan wasit.

Dua kontroversi ini sama-sama abu-abu, tapi wasit membuat keputusan berbeda. Untuk yang pertama, dia memilih mengesahkan gol Rashford. Kali kedua, dia memilih menganulir gol Mane.

Tanpa kontroversi ini, bisa saja hasil pertandingan berbeda dengan yang sekarang.

Perbedaan Manchester United Dulu dan Sekarang

0

Prediksimafiabola.com - Manchester United kini diisi oleh pemain dengan lembek mental, setidaknya menurut Paul Ince. Ex Red Devils merasa MU tidak lagi takut tim lawan karena kurangnya karakter tangguh dan pengalaman mereka.

Dahulu, Old Trafford pernah menjadi benteng kukuh yang berbahaya. Hanya sedikit tim yang bisa bermain percaya diri di Theatre of Dreams itu semasa kepemimpinan Sir Alex Ferguson.

Kini, keangkeran itu sirna, hanya sisa-sisa. Banyak tim-tim medioker yang bermain semena-mena di Old Trafford, bahkan bisa mengalahkan MU di depan pendukung mereka sendiri.

Tidak Lagi Menakutkan Menurut Ince, penyebab utama hilangnya hawa angker Old Trafford ada dalam diri pemain-pemain MU yang sekarang. Paul Pogba dkk. tidak punya mentalitas tangguh yang dahulu selalu menjadi identitas MU.

"Segalanya tentang mentalitas. Anda harus memiliki skuad yang tepat dengan karakter kuat. Dahulu, hal terbesar bagi kami adalah hawa kehadiran kami," tutur Ince.

"Di lorong stadion, kami sudah mengalahkan sebagian besar tim lawan bahkan sebelum memasuki lapangan. Kami memiliki hawa kehadiran yang luar biasa."

"Nahasnya, jika Anda melihat MU sekarang, tim-tim lawan melihat mereka dan berpikir bisa mendapatkan sesuatu. Tidak hanya di kandang mereka, melainkan juga ketika mereka bermain ke Old Trafford," sambungnya.

Baca juga : Bagaimana Jika Kloop Yang Melatih Manchester United

Hanya Pekerjaan Biasa Ince tidak bermaksud menyalahkan siapa pun, sebab sepak bola memang sudah berubah. Sekarang, pemain memandang sepak bola sebagai pekerjaan. Mereka hanya ingin tampil baik untuk dibayar mahal.

"Sepak bola sudah berubah, Sudah tidak ada pemain-pemain seperti (Roy) Keane, (Bryan) Robson, (Steven) Gerrard, (Patrick) Vieira or (Emmanuel) Petit lagi," imbuh Ince.

"Anda tidak lagi mendapati pemain seperti itu. Mereka yang punya latar belakang sulit dan hidup mereka adalah sepak bola. Dahulu sepak bola adalah passion, tapi sekarang hanya pekerjaan bagi sejumlah pemain."

"Mereka mendapatkan yang terbaik secara finansial, lapangan pun dalam kondisi baik, jadi mereka punya mental yang sedikit lembek," tutupnya.

Nemanja Matic Ingin Solskjaer Mempertimbangkan Dirinya

0

Prediksimafiabola.com - Nemanja Matic mengisyaratkan frustrasinya menjadi lebih sering di bangku cadangan untuk Manchester United musim ini. Matic merasa kemampuannya masih cukup baik untuk menembus skuad utama.

Gelandang 31 tahun baru pertama kalinya terpilih sebagai starting line-up ketika MU mengalahkan Leicester 1-0 akhir pekan lalu. Kesempatan ini pun mungkin disebabkan oleh cedera Paul Pogba.

Terbukti, pada laga-laga sebelumnya, Ole Gunnar Solskjaer lebih senang memainkan duet Pogba dengan Scott McTominay. Matic harus rela duduk di bangku cadangan jika Pogba sudah kembali fit bermain.

Frustrasi Bagi Matic, hanya ada rasa frustrasi. Dia hanya ingin bermain dan memberikan yang terbaik. Biar begitu, dia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pelatih. Matic hanya perlu membuktikan kualitasnya.

"Tentu saja [frustrasi]. Saya ingin bermain, saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim," kata Matic.

"Pelatih punya kebebasan menentukan tim dan ketika Anda duduk di bangku cadangan, jelas Anda tidak senang. Namun, saya mencoba meyakinkan dia untuk berubah pikiran dan memilih saya."

Baca Juga : Frank Lampard Merasa Tidak Sabar Sambut Liga Champion

Musim Masih Panjang Lebih lanjut, satu hal yang membuat Matic optimistis adalah musim yang baru berjalan beberapa pekan. Dia yakin akan mendapatkan kesempatan bermain dan membuktikan diri.

"Musim masih panjang. Saat melawan Leicester kemarin, Anda bisa melihat saya bermain dan kami memenangkan pertandingan," sambung Matic.

"Saya bahagia, jadi kita lihat saja apa yang akan diputuskan pelatih di masa depan."

"Saya siap bermain. Dalam 10 tahun terakhir saya sudah bermain di level tinggi dan di setiap laga saya mencoba memberikan yang terbaik untuk tim," pungkasnya.

Kabarnya MU Akan Rekrut Dua Pemain Lagi

0

Prediksimafiabola.com - Manchester United telah membawa dua pemain baru di bursa transfer musim panas ini, yaitu Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Namun perburuannya masih belum lengkap karena sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, masih membutuhkan dua pemain lagi.

Kedatangan Daniel James dan Wan-Bissaka 'hanya' menghabiskan dana sebesar 64,8 juta pounds saja. Dan sementara ini, Manchester United tengah berupaya mendatangkan bek andalan Leicester City, Harry Maguire. Manchester United harus bekerja ekstra keras untuk mendaratkan bek berusia 26 tahun tersebut. Pasalnya The Foxes enggan melepasnya dengan harga murah. Belum lama ini, beredar kabar bahwa MU telah menawarkan uang 70 juta pounds yang ditolak mentah-mentah. Leicester City disebut menginginkan uang sebesar 90 juta pounds, dan takkan melepas Harry Maguire di bawah angka tersebut. Dan untuk memenuhi tuntutan itu, Manchester United harus melepas satu-dua orang pemainnya terlebih dahulu. Terlepas dari itu, Ole Gunnar Solskjaer memastikan bahwa aktivitas Manchester United di bursa transfer musim panas ini tidak terhenti pada nama Daniel James dan Wan-Bissaka saja. Ia memastikan bahwa klubnya akan mendatangkan dua pemain baru lagi.

"Saya pikir kami cukup tenang dan bergerak dengan baik di bursa transfer, sebab kami telah mendapatkan pemain yang tepat dan sedang berupaya mendatangkan satu atau dua orang lagi," tutur Solskjaer di situs resmi klub.

Baca juga : Gunnar Solskjaer Beri Pujian Kepada Manchester United

Solskjaer Dapat Dukungan Penuh Beruntungnya, Solskjaer mendapatkan dukungan kuat dari klub. Pria asal Norwegia itu mengaku terus mengadakan pertemuan dengan pimpinan Manchester United guna memastikan permintaannya terpenuhi.

"Tentu saja, kami selalu berusaha untuk membenahi skuat dan, di sepanjang musim panas ini, saya terus berhubungan dengan Joel [Glazer] dan Ed [Woodward] dan semua orang-orang rekrutmen juga tim analis," lanjutnya.

"Saya bisa bilang kami sudah sangat baik sejauh ini. Saya diberi dukungan dan kami telah mendapatkan pemain yang diinginkan sekrang, dan mungkin akan ada beberapa bisnis lagi yang bakalan tuntas," tandasnya.

Selain Harry Maguire, Manchester United juga dikabarkan sedang mendekati gelandang andalan Lazio, Sergej Milinkovic-Savic. Rumor terakhir menyebutkan bahwa kedua klub akan melakukan pertemuan guna mendiskusikan kepindahan pemain asal Serbia tersebut.

Kalidou Koulibaly Juga Diinginkan Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Dikatakan bahwa Liverpool menanyakan situasi pemain belakang Napoli, Kalidou Koulibaly, yang merupakan salah satu tujuan utama Manchester United. Meskipun ia relatif tenang di pasar transfer musim panas ini, diyakini bahwa Liverpool membawa beberapa pemain untuk memperkuat tim, Koulibaly adalah salah satunya.

Pemain 27 tahun ini dinilai sebagai salah satu bek tengah terbaik yang tersedia saat ini. Koulibaly memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, juga kecepatan yang cukup untuk menyulitkan setiap penyerang lawan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Koulibaly merupakan target MU sejak lama. Tahun lalu, MU sudah pernah mengajukan beberapa tawaran, tetapi semuanya ditolak mentah-mentah oleh Napoli. Napoli bersikukuh mempertahankan harga jual 100 juta poundsterling yang mereka tetapkan. Situasi kontrak Koulibaly juga menguntungkan Napoli, mereka tidak dalam tekanan untuk menjual sang pemain dengan segera.

Biarpun demikian, media Italia Il Mattino mengklaim bahwa Liverpool telah terjun dalam pemburuan Kouvlibaly. The Reds sudah berbicara dengan agen Koulibaly, Fali Ramadani untuk menanyakan ketersediaan sang pemain. The Reds telah diberi tahu pembelian itu mungkin, tetapi tidak akan mudah. Jurgen Klopp memandang Koulibaly sebagai salah satu opsi duet Virgil van Dijk. Jika terwujud, pertahanan Liverpool bakal sangat kuat. Sampai saat ini, langkah Liverpool di bursa transfer kali ini masih belum terbaca.

Baca juga : Juan Mata Dipastikan Tetap Bertahan Dengan Setan Merah

Pendekatan Liverpool Setelah menjuarai Liga Champions musim lalu, Liverpool harus memperkuat skuad untuk menjaga level permainan mereka. Beberapa pemain jelas bakal dilepas, kini mereka memasuki level baru sebagai salah satu klub top. Bek tengah merupakan salah satu posisi yang bisa diperkuat, meski tidak mendesak. Kabarnya, sebelum memburu Koulibaly, The Reds juga mengamati situasi Matthijs de Ligt, aset terpanas di bursa transfer kali ini. Sampai saat ini belum jelas bagaimana Liverpool bakal bergerak di bursa transfer musim panas ini. Jurgen Klopp mungkin mendatangkan beberapa pemain pelapis, mengingat skuad inti mereka sudah terbentuk solid. Yang perlu diingat, Liverpool terbukti selalu mendukung Klopp dengan mendatangkan pemain yang dia inginkan, semahal apa pun.