Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “okezone bola indonesia”

Liverpool Gagal Juara Dan Beralih Ke Liga Champion

0

Prediksimafiabola.com - Striker Liverpool Mohamed Salah tidak ingin mengeluh terlalu banyak tentang kegagalan timnya untuk memenangkan trofi Liga Premier 201-2019. Satu ditentukan untuk memenangkan kompetisi musim depan dan fokus pada final Liga Champions. Musim ini, Liverpool terlihat luar biasa. Jauh lebih baik dari musim lalu. Selama musim, mereka saling mengejar dengan Manchester City. Namun pada akhirnya balapan dimenangkan oleh pasukan Josep Guardiola.

Setelah menjalani 38 laga, Liverpool mengoleksi 97 poin. Ini adalah jumlah terbanyak yang pernah mereka raih dalam sejarah Premier League. Sayangnya City sedikit lebih unggul. The Citizen memungkasi perjalanan musim ini dengan torehan 98 poin.

Musim ini, Liverpool hanya kalah sekali saja saat melawan Manchester City pada pekan ke-21 di Etihad Stadium. Mereka meraih hasil imbang sebanyak tujuh kali. Artinya mereka menang sebanyak 30 kali.

Salah pun mengisyaratkan kekecewaannya karena gagal membawa Liverpool juara. Namun, ia menegaskan The Reds akan tetap mencoba berusaha lagi musim depan.

“Kami melakukan segalanya musim ini. Kami hanya kalah di satu pertandingan," ujar Salah pada Sky Sports.

“Kami mendapat 97 poin. Saya mengucapkan selamat kepada Manchester City dan Liverpool akan bertarung lagi musim depan untuk trofi ini," tegasnya.

Baca juga : Tim MU Berkumpul Dengan Ole Gunnar Solskjaer

Liga Champions Meski gagal di Premier League, Liverpool masih bisa mengobati rasa kecewa mereka. Liverpool berpeluang jadi juara di Liga Champions.

Pada 1 Juni, mereka akan berduel melawan Tottenham di Wanda Metropolitano. Salah pun berambisi membawa The Reds memenangkan trofi tersebut.

"Kemenangan atas Barcelona itu luar biasa. Musim lalu kami berhasil mencapai final dengan mengalahkan Roma dalam laga tandang, jadi kami tidak bisa menikmatinya seperti di Anfield. Sekarang kami lolos dengan bermain di kandang kami, jadi rasanya luar biasa," tutur Salah di Liverpoolfc.com.

"Dua kali mencapai final secara beruntun sungguh hebat. Saya harap musim ini kami bisa menjuarainya."

Mohamed Salah mengakhiri musim ini dengan cukup bagus. Ia berhasil mempertahankan trofi Golden Boot alias trofi top scorer EPL yang ia raih musim lalu. Musim ini, Salah mengemas 22 gol, setara dengan Sadio Mane dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Tim MU Berkumpul Dengan Ole Gunnar Solskjaer

0

Prediksimafiabola.com - Ole Gunnar Solskjaer akan menjemput tim Manchester United, Senin (13/5/2019). Manajer Manchester United akan berusaha mencari solusi agar kinerja buruk klub tidak berlanjut di musim depan. Biasanya, tim Manchester United akan tutup setelah pertandingan terakhir Liga Premier. Namun, hasil buruk di musim 2018-19 membuat Solskjaer mengubah tradisi.

Solskjaer telah meminta para pemain untuk datang ke Carrington untuk berdiskusi. Manajer asal Norwegia itu akan meminta evaluasi dari masing-masing pemain.

“Manchester United adalah klub yang menjadi penantang gelar Premier League. Jadi, saya belum bisa bilang musim ini berakhir, jika belum menemukan akar masalah,” ujar Solskjaer.

“Kami tertinggal 32 poin dari klub papan atas. Seharusnya tidak begitu. Kami harusnya berada di peringkat empat besar dan berusaha meraih gelar.”

“Terakhir, kami menjadi juara Liga Europa ketika Jose Mourinho masih ada di sini dengan mayoritas pemain yang ada saat ini. Selain itu, kami juga menang Piala FA dan Piala Liga.”

“Saya rasa, kami akan menargetkan trofi tersebut terlebih dahulu sebelum berlanjut ke Premier League,” ungkap Solskjaer.

Manchester United kalah dari Cardiff City di Old Trafford dengan skor 0-2 pada laga pekan terakhir Premier League 2018-19. The Red Devils mengakhiri musim dengan menempati posisi keenam di klasemen.

Baca juga : Pierre-Emerick Aubameyang Tak Menyangka Menjadi Top Skor

Merancang Rencana Musim Mendatang Ole Gunnar Solskjaer mengaku sudah bertemu dengan petinggi Manchester United, yaitu Ed Woodward. Menurutnya, sudah ada beberapa rencana yang dibuat untuk membangun ulang skuat.

“Saya berbicara banyak dengan Ed Woodward. Saya berbicara jujur apa adanya. Kami terlalu jauh tertinggal dari klub-klub lainnya.”

“Pada waktu pertama saya datang, skuat merasa mengalami peningkatan kepercayaan diri. Bahkan, terlalu percaya diri. Hal itu menjadi kunci kebangkitan.”

“Namun, mendekati akhir musim, mental mereka jatuh. Jadi, sudah jelas kalau klub ini membutuhkan penyegaran,” ungkap Solskjaer.

Pierre-Emerick Aubameyang Tak Menyangka Menjadi Top Skor

0

Prediksimafiabola.com - Striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang berterima kasih kepada rekan-rekannya setelah berhasil memenangkan gelar pencetak gol terbanyak di Liga Premier 2018-2019. Pemain Arsenal itu berbagi gelar dengan Mohamed Salah dan Sadio Mane. Aubameyang mencetak dua gol melawan Burnley dengan Arsenal menang 3-1. Hasil ini tidak mengubah posisi Arsenal di tempat kelima di klasemen akhir Liga Premier.

Setelah mengamankan gelar pencetak gol terbanyak, Aubameyang mengatakan keberhasilan tersebut tak lepas dari bantuan rekan-rekannya di Arsenal.

“Rekan-rekan saya tahu kalau saya berpeluang menjadi top scorer Premier League, sedangkan saya memilih diam dan tak mau membahas hal tersebut, karena tak ingin mereka fokus ke saya,” ujar Aubameyang.

“Saya adalah pemain tim. Jadi, saya tak merasa masalah jika tak mencetak gol. Hal yang paling penting adalah tim saya bisa menang. Saya harus berterima kasih karena berkat mereka saya bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Premier League.”

“Saya sangat bahagia dengan pencapaian tersebut. Kami melewati musim yang berat namun saya mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Kami bermain bagus pada musim ini.”

“Saya bisa menyimpulkan, kalau kami bermain dengan sangat baik sepanjang musim. Kami masih bersaing di papan atas dan akan berjuang di final Liga Europa,” ungkap Aubameyang.

Musim 2018-19 merupakan kesempatan pertama Aubameyang bermain penuh di Premier League bersama Arsenal. Sebelumnya, Aubameyang diboyong dari Borussia Dortmund pada Januari 2018.

Baca juga : Prediksi Inter Milan Vs Chievo 14 Mei 2019

Siap Antar Arsenal Raih Gelar di Premier League Setelah menyelesaikan Premier League, Aubameyang menargetkan bisa mengantarkan Arsenal menjadi juara di Liga Europa. Arsenal berhasil menembus babak babak final dan akan berhadapan dengan Chelsea.

Sebelumnya, Aubameyang pernah berharap tidak bertemu dengan Chelsea pada laga final. Namun, ia mengaku siap jelang laga tersebut.

“Saat ini, kami akan fokus ke Liga Europa. Saya harus bisa memanfaatkan peluang sebaik mungkin jika mendapatkannya. Saya tidak boleh membuang peluang.”

“Di Premier League, Chelsea finis di atas kami. Jadi itu menunjukkan laga nanti akan menjadi laga yang sengit,” ungkap Aubameyang.

Prediksi Inter Milan Vs Chievo 14 Mei 2019

0

Prediksimafiabola.com – Prediksi Inter Milan Vs Chievo 14 Mei 2019, Pada hari Selasa, 14 Mei 2019 Pukul 02:00 WIB akan di adakan pertandingan Liga Serie A Italia yang akan mempertemukan Inter Milan Vs Chievo . Pertandingan ini nantinya akan di adakan di Stadion San Siro.

Prediksi Inter Milan Vs Chievo

Prediksi Inter Milan Vs Chievo 14 Mei 2019 – Untuk sejarah dua pertandingan terakhir Inter Milan mengalami 2 kali kemenangan dan 1 kali seri dengan nilai skor akhir Chievo 5 – 0 Inter Milan pada tangal 03/12/17 pertandingan berikutnya pada tanggal 22/04/18 Chievo 1 – 2 Inter Milan dan pada tanggal 23/12/18 Chievo 1 – 1 Inter Milan.

Pada tiga pertandigan terakhir Inter Milan 3 kali seri. Pada saat pertandingan melawan Roma dengan skor 1 – 1, Saat Pertandingan melawan Juventus dengan skor 1 – 1, Saat Pertandingan melawan Udinese dengan skor 0– 0.

Untuk 5 pertandingan terakhir Inter Milan bertandingan dengan Kemenangan 1 kali dan 4 kali seri. Untuk Pertandingan kali ini Inter Milan kemungkinan tidak kalah mental dan harus menyusun strategi yang handal untuk membawa pulang kemenangan berikutnya.

Chievo yang akan bertanding di kandang Inter Milan untuk tidak akan takut sedikit pun. Pada tiga pertandigan terakhir Chievo Kemenangan 1 kali  1 kali seri dan seri 1 kali kalah. Pada saat pertandingan melawan Lazio dengan skor 1 – 2, Saat Pertandingan melawan Parma dengan skor 1– 1, Saat Pertandingan melawan SPAL 0 – 4.

Untuk 5 pertandingan terakhir Chievo bertandingan dengan 1 kali kemenangan 3 kali kekalahan 1 kali seri. Untuk pertandingan kali ini Chievo akan menyusun strategi yang sangat handal agar membawa pulang kemenangan.

Baca juga : Prediksi Bologna Vs Parma 14 Mei 2019

Head To Head Inter Milan Vs Chievo Selasa 14 Mei

Berikut kami akan memberikan sejarah pertemuan antara Inter Milan Vs Chievo 5 pertandingan terakhir dari setiap tim di bawah ini :

Head to Head Inter Milan Vs Chievo : 22/08/16 Chievo 2 – 0 Inter Milan 15/01/17 Inter Milan 3 – 1 Chievo 03/12/17 Inter Milan 5 – 0 Chievo 22/04/18 Chievo 1 – 2 Inter Milan 23/12/18 Chievo 1 – 1 Inter Milan

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan : 07/04/19 Inter Milan 0 – 0 Atalanta 15/04/19 Frosinone 1 – 3 Inter Milan 21/04/19 Inter Milan 1 – 1 Roma 28/04/19 Inter Milan 1 – 1 Juventus 05/05/19 Udinese 0 – 0 Inter Milan

5 Pertandingan Terakhir Chievo : 09/04/19 Bologna 3 – 0 Chievo 14/04/19 Chievo 1 – 3 Napoli 20/04/19 Lazio 1 – 2 Chievo 28/04/19 Chievo 1 – 1 Parma 04/05/19 Chievo 0 – 4 SPAL

Prediksi Susunan Pemain Inter Milan Vs Chievo :

Inter Milan : Handanovic – Asamoah – de Vrij – D’Ambrosio – Skriniar – Perisic – Nainggolan – Vecino – Brozovic – Icardi – Politano

Chievo : Semper – Cesar – Barba – Bani – Rigoni – Hetemaj – Depaoli – Leris – Emanuel Vignato – Meggiorini – Stepinski

Prediksi Skor Inter Milan vs Chievo : 2 - 0 Handicap : 0 : 2 1/4 Over/Under : 3 1/2

Neymar Tidak Akan Gabung Real Madrid Kata Ronaldo

0

Prediksimafiabola.com - Ronaldo menilai kalau Neymar tidak akan perna bergabung dengan Real Madrid karena hal itu sangat tidak mungkin menurut Ronaldo dan Ronaldo menjelaskan alasannya mengapa dia bisa berkata sedemikian rupa. Karena seorang permain terbaik Ronaldo tidak akan memberikan penilaian tampa alasan sedikit pun maka dari itu kasi ini Prediksimafiabola.com akan membahs penilaian Ronaldo kepaada Neymar.

Mantan pemain tim nasional Brasil, Ronaldo Nazario, mengevaluasi bahwa Neymar tidak akan bergabung dengan Real Madrid di bursa transfer musim panas mendatang. Menurutnya, sangat tidak mungkin Neymar akan kembali ke Spanyol dalam waktu dekat. Laporan Marca minggu ini mengatakan Neymar akan pergi ke Real Madrid. Itu jika Neymar akan meninggalkan Paris Saint-Germain musim panas ini.

Neymar bergabung dengan klub PSG dari Barcelona dengan memecahkan rekor transfer dunia pada musim panas 2017. Tetapi, belakangan ia dikaitkan lagi dengan sepak bola Spanyol dan bergabung bersama Real Madrid.

Baca juga : Liverpool Dan Evolusi Sangat Mengerikan Dalam Pekan Ini

"Saya tidak tahu tentang Neymar, tetapi kisah-kisah itu telah ada di sana selama bertahun-tahun sekarang," kata Ronaldo.

“Selalu ada banyak desas-desus tentang pemain tingkat ini Neymar tetapi tidak ada yang konkret atau resmi tentang mereka."

"Namun dari apa yang saya lihat, dia tidak untuk dijual," ujar Ronaldo.

Menurut Ronaldo, situasi seperti itu normal terjadi. Pasalnya, Neymar adalah pemain yang luar biasa dan tim mana pun di dunia sepak bola ingin memilikinya.

Keputusan Salah Neymar memulai kariernya di Santos, sebelum transfer sengit ke Barcelona pada musim panas 2014. Ia telah bermain selama dua musim di ibu kota Prancis.

Namun, menurut legenda Barcelona, Rivaldo, keputusan Neymar hengkang ke PSG adalah salah. "Neymar membuat kesalahan dengan hengkang dari Barcelona, dia harus menyadari itu," kata Rivaldo.

Liverpool Dan Evolusi Sangat Mengerikan Dalam Pekan Ini

0

Prediksimafiabola.com - Mengapa evolusi dan psikologi muncul dalam pikiran ketika Liverpool dapat mengejutkan dunia ketika bertemu Barcelona. Sesuatu yang istimewa pasti terjadi dalam kurun waktu seminggu di Anfield. Setidaknya, saya tidak tahu apa itu, sesuatu yang membuat Jordan Henderson dan yang lainnya terlihat gila, menakutkan, pemberani dan seolah-olah mereka bukan yang pertama dari kekalahan kuat seminggu sebelumnya di Camp Nou.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat sederhana. Kuncinya justru terletak pada taktik dan tekad. Tanpa dua hal ini, tidak mungkin menaklukkan Barcelona. Itu juga tercermin dalam AS Roma musim lalu ketika dia mempermalukan Lionel Messi dan lainnya di Olimpico. Namun, bersua Barcelona tak selalu harus berurusan dengan taktik dan determinasi. Oke, Jurgen Klopp, sang arsitek permainan Liverpool, begitu jeli ketika lebih memilih memasukkan Georginio Wijnaldum ketimbang Daniel Sturridge atau pemain yang tengah menjadi buah bibir, Rhian Brewster.

Maklum, secara logika sederhana, Liverpool butuh meningkatkan level ofensif ketimbang menjaga keseimbangan. Meski berhasil unggul 1-0 pada babak pertama, bukan jaminan ketika sosok Wijnaldum masuk langsung membantu menggebrak. Tentu, resiko kebangkitan lini tengah Barcelona pada babak kedua sudah ada dalam perhitungan kepala Jurgen Klopp. Tapi itulah simbol dari sebuah taktik dan determinasi. Keberhasilan Jurgen Klopp sebagai sutradara pertandingan, membuat The Kop gembira. Sutradara?, yup, bagi saya orang Jerman satu itu mampu menepikan pesona Ernesto Valverde yang moncer sepekan sebelumnya. Begitu juga sosok Klopp yang begitu atraktif, langsung membuat publik lupa dengan gol indah tendangan bebas Lionel Messi di Camp Nou, seminggu sebelumnya.

Bagi saya, gambaran taktik dan determinasi di atas menjadi bukti saat hari-H. Namun yang pasti, saya masih penasaran dengan rajutan kalimat dan rangkaian pola latihan yang membuat Liverpool begitu tajam dan menjadi sebuah tim yang berevolusi sangat cepat. Evolusi cepat?. Ya, meski terminologi evolusi mengacu pada perubahan dalam jangka waktu lama, namun apa yang terjadi dengan Liverpool menjadi pengecualian, khususnya untuk saya pribadi. Bagaimana tidak, di tengah konsentrasi yang terbagi dengan keharusan bersaing dengan tim raksasa lain, Manchester City, di pentas liga domestik, mereka harus bersiap mendapat teror dari permainan indah Barcelona pada pertemuan pertama semifinal Liga Champions 2018-2019.

Liverpool dan AS Roma Kondisi Liverpool sekarang jelas berbeda dengan apa yang terjadi pada AS Roma musim lalu. Saat itu, praktis konsentrasi Il Lupi berada di zona Liga Champions, karena harapan meraih scudetto di Liga Italai Serie A nyaris 'tak ada' karena dominasi Juventus dan Napoli. Alhasil, kompleksitas Liverpool dalam rentang seminggu sejak kepulangan dari Catalunya, menjadi sebuah pekerjaan rumah yang tak mudah bagi Jurgen Klopp dan para asistennya.

Apalagi, sebelum kedatangan Barcelona, tepatnya 72 jam sebelum laga, Jurgen Klopp bak terkena sambaran petir di siang bolong. Tanpa ada hujan dan angin, mendadak petir menerpa Klopp: Mohamed Salah dan Roberto Firmino dipastikan tak bisa merumput. Duuarrr...sontak, ketika kenyataan itu datang, Klopp dan jutaan pendukung Liverpool sudah pasti berharap-harap cemas. Bagaimana tidak, dua pemain agresor tersebut menjadi bagian penting dalam skema penyerangan. Bagaimana jadinya tridente Liverpool, yang biasanya berisi Sadio Mane, Mohamed Salah dan Roberti Firmino, bakal tampil tak lengkap?.

Kenyataan tersebut bukan hal ringan bagi Jurgen Klopp. Trio tersebut menjadi sumber gol utama bagi Liverpool sepanjang musim ini, meski sebenarnya sudah berjalan sejak periode lalu. Total dari sumbangsih mereka, Liverpool mendapatkan 66 gol di seluruh kompetisi, dengan masing-masing dari mereka mencetak 4 gol di pentas Liga Champions. Belum lagi dalam urusan kekompakan pergerakan. Mohamed Salah dan Roberto Firmino masuk dalam jajaran empat besar tukang pemberi umpan atau assist bagi Liverpool. Jadi, bisa dibayangkan betapa pincang performa Liverpool jika tak ada mereka.

Perubahan Ala Jurgen Klopp Namun, ternyata semua itu hanya ada di dalam hitungan kertas putih belaka. Saat masuk ke area kertas hijau Anfield Gank, semuanya berubah. Jurgen Klopp sanggup memberi bukti transformasi yang mumpuni, dan sanggup membuat Liverpool berevolusi dengan cepat, berubah dari tim yang 'semenjana' di Camp Nou, menjadi sekelompok 'gengster' yang begitu kejam, meski tampil tak dominan. Penampakan Liverpoo di Anfield pada beberapa hari lalu, mengingatkan saya pada ahli psikologi perang, William James. Dalam essay yang berjudul 'The Moral Equivalent of War', William James menggambarkan bagaimana mengevolusi psikologi dalam rentang sekejap.

Essay tersebut menjadi bagian penting dari karya James yang tercipta pada tahun 1910. Meski terkesan jauh, namun prediksi metode yang dijabarkan James, bisa jadi menjadi dasar bagi Klopp untuk mengubah Liverpool dalam waktu sepekan. Yup, Liverpool sanggup bervolusi dengan waktu sepekan namun mematikan. Menukil dari satu di antara metode psikologi perang yang ditulis James, faktor terpenting dalam menghadapi kondisi pasca-kekalahan adalah 'kesenangan'. Kok bisa? "Ketika moral pasukan Anda tercabik-cabik dan cenderung akan labil, sementara Anda butuh pasukan Anda untuk bertemu lawan yang sama, faktor kesenangan itu yang paling penting dibanding terus melakukan evaluasi," tulis Will James. Kalo saya boleh menebak, teori ala Will James tersebut terealisasi di internal tim Liverpool. Tentu, faktor evaluasi tetap menjadi pedoman utama seorang Jurgen Klopp, yang sudah terbiasa bekerja secara sistematis selama tujuh tahun menangani Mainz 05, dan terus dibawa ke Borussia Dortmund.

Baca juga : Virgil Van Dijk Dicalonkan Dapat Penghargaan Ballon d’or 2019

Pelajaran Masa Lalu Efek langkah Klopp tersebut sudah terbukti, meski belum berhasil di Liverpool, namun sinyal ke arah sana terbuka lebar. Kala menangani Mainz 05, ia menjawab tantangan manajemen untuk membawa tim semenjana tersebut promosi ke Bundesliga pada 2003-2004. Kisah lebih pakem lagi terjadi ketika Klopp bersama raksasa Bavaria, Borussia Dortmund, meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun, plus sekali runner-up di pentas Liga Champions (2012-2013). Walhasil, tak perlu heran jika Klopp paham betul bagaimana mengaplikasikan sesuatu yang menurut saya nyaris sesuai dengan teori dalam esai William James.

Bagi Klopp, faktor psikologi menjadi yang terpenting. Maklum, ia pernah merasakan itu ketika gagal di final Liga Champions, enam tahun silam. Punya skuat yang dianggap lebih mentereng, toh ia harus bertekuk lutut via gol tunggal penyerang sayap Bayern Munchen, Arjen Robben. Satu yang layak mendapat atensi adalah keberhasilan Klopp memenangi masa-masa genting. Hal itu terjadi ketika Salah dan Firmino tak bisa bermain. Akhirnya, Klopp lebih mengedepankan kolektivitas, meski tak membuang begitu saja pengaruh individu. Hal individu ini pula yang berkaitan dengan psikologi pasukan saat bertempur di lapangan. Berbeda dengan Messi-sentris di kubu Barcelona, proses evolusi Liverpool berujung senjata mematikan ketika Jordan Henderson, James Milner dan Sadio Mane, berperan sesuai kapasitas mereka.

"Ketika ada satu, 2 atau 3 pasukan tampil bagus, efeknya akan merembet ke keberhasilan melaksanakan pola yang sudah direncanakan," tulis Will James dalam esai 'The Moral Equivalent of War'.Seperti sudah disinggung di atas, Jurgen Klopp hampir pasti melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah kalah telak di Camp Nou. Namun, ia bisa membatasi itu hanya di kalangan internal tim kepelatihan, dan tak mengumbar kekesalan dan kekhawatiran ke tim secara keseluruhan.

Virgil Van Dijk Dicalonkan Dapat Penghargaan Ballon d’or 2019

0

Prediksimafiabola.com - Virgil van Dijk adalah alasan utama di balik permainan fantastis Liverpool di Liga Premier dan Liga Champions 2018/19. Bergabung dengan Southampton dengan transfer 75 juta pound pada Januari 2018, bek tengah Belanda telah menjadi sosok yang solid dalam pertahanan Liverpool. Virgil van Dijk juga fenomenal secara internasional. Menjadi kapten tim nasional Belanda dihidupkan kembali untuk lolos ke semifinal Liga Bangsa-Bangsa.

Musim ini, Van Dijk meraih penghargaan Pemain Terbaik Tahun Ini dari PFA Inggris (Asosiasi Pesepak Bola Profesional). Hal ini menunjukkan bahwa pemain berusia 27 tahun itu memiliki peran penting di Liverpool. Peran itu kembali diperlihatkan Van Dijk pada leg kedua semifinal Liga Champions saat Liverpool menjamu Barcelona di Anfield, Rabu (8/5/2019) lalu. Takluk 0-3 di Camp Nou, Liverpool berbalik menang 4-0 atas Barcelona. Van Dijk serta koleganya sukses meredam Lionel Messi, Philippe Coutinho, dan Luis Suarez di laga itu. Karena itu, Virgil van Dijk diprediksi memenangkan Ballon d'Or 2019. Ia akan menjadi bek pertama memenangkan penghargaan bergengsi itu setelah Fabio Cannavaro pada 2006 silam usai menjadi kapten timnas Italia memenangkan Piala Dunia.

Berikut alasan mengapa Virgil van Dijk bisa memenangkan Ballon d'Or 2019 :

Penampilan Impresif di Liga Inggris Virgil van Dijk telah memainkan setiap pertandingan di Liga Inggris untuk Liverpool pada musim ini. Kehadiran bek tengah asal Belanda itu membuat lini pertahanan semakin kokoh. Selain Manchester City, Liverpool juga memiliki rekor pertahanan terbaik di Liga Inggris, yaitu hanya kebobolan 22 gol dalam 37 pertandingan. Tak hanya itu, The Merseysiders juga memiliki rekor clean sheet terbanyak, yakni 20 pada musim ini. Van Dijk menikmati tantangan menghadapi penyerang-penyerang top di Liga Inggris, seperti Sergio Aguero, Harry Kane, Romelu Lukaku, Gonzalo Higuain, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Alexandre Lacazette. Dia pun mendapat pujian dari pengamat serta penggemar.

Bek berusia 27 tahun ini telah memenangkan empat Man of the Match Awards. Selain itu, Van Dijk juga terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA. Van Dijk rata-rata mencatat 1 tekel, 1,1 intersepsi, 5,4 clearance, dan 0,5 blok per pertandingan Liga Inggris. Dia juga mencatat 4,8 memenangkan duel daerah per pertandingan. Penampilan gemilan Van Dijk di Liga Inggris musim ini sudah cukup untuk membawanya mengangkat trofi Ballon d'Or setelah Lionel Messi gagal membawa Barcelona ke final Liga Champions.

Baca juga : Liverpool Fokus Pada Piala Premier League

Pimpin Pasukan Muda Timnas Belanda Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia, timnas Belanda mengalami perombakan besar di bawah pelatih baru Ronald Koeman. Mantan manajer Everton itu menunjuk Van Dijk sebagai kapten. Timnas Belanda pun meraih hasil yang mengesankan. Mereka menduduki puncak grup 1 UEFA Nations League, mengalahkan Prancis dan Jerman, adalah bukti kualitas mereka. Skuat Belanda yang diisi pemain muda, seperti gelandang Liverpool Georgino Wijnaldum, bintang muda Ajax Frenkie de Jong serta Matthijs de Ligt, dan striker Lyon Memphis Depay memiliki awal yang buruk di UEFA Nations Leageue. Mereka kalah 1-2 dari juara dunia Prancis.

Namun, timnas Belanda bangkit dengan mengalahkan Jerman 3-0 di kandang. Kembali menghadapi Prancis, Belanda menang dua gol tanpa balas. Van Dijk mampu menjadi benteng kokoh untuk menghalau para penyerang Prancis, yakni Olivier Giroud, Kylian Mbappe, dan Antoine Griezman. Belanda akan menghadapi Inggris di semifinal UEFA Nations League pada 7 Juni mendatang. Dengan performa Van Dijk yang tengah gemilang, Belanda menjadi salah satu favorit untuk mengangkat gelar dan mengembalikan kejayaan timnas Belanda.

Penampilan Ciamik di Liga Champions Meski kalah 0-3 dari Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, pekan lalu, hasil itu tidak membuat Virgil van Dijk dan kolega menjadi patah semangat. Terbukti, saat menjamu Barcelona di Anfield, Rabu (8/5/2019), Liverpool menang 4-0. Van Dijk menjadi tokoh sentral di lini pertahanan Liverpool. Ia mampu meredam ancaman dari Lionel Messi dan Luis Suarez dengan penuh percaya diri. Setelah bermain di 11 pertandingan Liga Champions bersama Liverpool musim ini, bintang Belanda itu telah mencetak dua gol dan dua assist. Selain itu, ia tercatat melalukan 1 tekel, 0,9 interceptions, 4,8 clearance dan 0,5 blok per laga di kompetisi klub tingkat atas Eropa tersebut. Van Dijk berperan penting dalam menyingkirkan Bayern Munchen di babak 16 besar. Performa akhir yang hebat dapat menyegel dapat mengantarkan Van Dijk mengangkat Ballon d'Or pertamanya.

Liverpool Fokus Pada Piala Premier League

0

Prediksimafiabola.com - Virgil van Dijk mengatakan bahwa Liverpool telah melupakan euforia kemenangan atas Barcelona yang mengarah ke final Liga Champions. Menurutnya, semua pemain Liverpool telah mengubah pendekatan mereka ke Liga Premier. Beberapa hari yang lalu, Liverpool baru saja membuat sejarah ketika mereka mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield di babak kedua Liga Champions 2018-2019. Meskipun mereka menang 0-3 di leg pertama, Liverpool memiliki hak untuk memasuki final dengan agregat 4-3.

Kemenangan tersebut dirayakan besar-besaran oleh publik Anfield. Biar begitu, Van Dijk menegaskan saat ini kemenangan itu telah sepenuhnya mereka lupakan.

The Reds sudah menatap sepenuhnya pertandingan Premier League, Minggu (12/5/2019) malam WIB besok. The Reds akan menjamu Wolverhampton di Anfield, dan Manchester City melawat ke markas Brighton. Dua laga ini bakal jadi penentu juara Premier League musim ini.

Liverpool berada di peringkat kedua dengan 94 poin, Manchester City memimpin dengan 95 poin. Artinya, The Reds wajib menang dan berharap City gagal meraih poin penuh untuk jadi juara.

"Itu (kemenangan vs Barca) jelas luar biasa, hebat dan malam yang spesial. Kami semua menikmati pertandingan itu dan saya kira sehari setelahnya kami juga menikmati itu," tutur Van Dijk

Baca juga : Prediksi Roma Vs Juventus 13 Mei 2019

"Biar begitu, jelas kami harus segera kembali bekerja, dan Minggu besok akan jadi ujian besar bagi kami lagi, laga kandang terakhir kami," tegas Van Dijk soal laga penentuan Liverpool.

Ingin Buktikan Diri Van Dijk mengakui nasib Liverpool berada di tangan Manchester City. Mereka hanya bisa jadi juara jika City gagal menang. Biar begitu, pemain Liverpool ingin membuktikan kerja keras mereka sepanjang musim. Mereka ingin terus mencoba.

"Kami ingin membuktikan apa yang telah kami lakukan sepanjang musim ini dan mendapatkan tiga poin, tidak peduli apa yang terjadi."

"Wolves jelas tampil luar biasa sepanjang musim ini - tim fantastis, manajer fantastis. Laga ini bakal sangat sulit," sambungnya.

"Laga itu akan sangat sulit dan semua orang berbicara soal apa yang terjadi di laga Brighton [vs Man City], tetapi kami harus fokus pada laga kami," tutup Van Dijk.