Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “liverpool daftar nama”

Josep Guardiola Tidak Memiliki Rencana Khusus Untuk melawan Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Josep Guardiola menegaskan bahwa tidak akan mengistirahatkan pemain kunci Manchester City dalam pertandingan pertengahan pekan melawan Liverpool mengunjungi akhir pekan ini. Guardiola tidak menyiapkan rencana khusus untuk bermain di Anfield.

Man City bakal menyambangi Atalanta pada matchday 4 Liga Champions 2019/20, Kamis (7/11/2019) dini hari WIB, lalu bertandang ke Anfield, Minggu (10/11/2019). Melihat posisi saat ini, duel di Anfield memang sangat penting.

Pertandingan antara dua tim terkuat di Premier League itu bisa saja berpengaruh pada persaingan merebut gelar juara musim ini. Sekarang Liverpool masih lebih unggul dengan 31 poin di puncak klasemen sementara, unggul 6 poin dari Man City.

Duel di Anfield nanti diyakini bakal sengit, tapi Man City punya masalah skuad yang tidak maksimal.

Skuad Keropos Man City Sejak awal musim, Guardiola sudah dipusingkan dengan badai cedera skuadnya. Aymeric Laporte dipastikan cedera panjang, lalu masih ada cedera Leroy Sane, Zinchenko, Rodri, Phil Foden, dan teranyar David Silva.

Melihat masalah tersebut, Man City diduga bakal mengistirahatkan sejumlah pemain terbaiknya ketika menyambangi Atalanta nanti supaya tetap fit saat menghadapi Liverpool. Namun, Guardiola dengan tegas membantahnya.

"Apakah Anda merasa kami bisa meraih empat gelar juara dalam satu musim jika kami memprioritaskan pertandingan?" tanya Guardiola.

Baca juga : Klopp: Liverpool Tidak Monoton Pada Satu Takti Saja

"Kami akan menurunkan tim terbaik untuk memetik kemenangan di Atalanta, setelahnya baru kami bertandang ke Anfield."

Satu per Satu Bagi Guardiola, mengistirahatkan pemain bukanlah cara terbaik untuk mempersiapkan tim. Sebaliknya, dia yakin menurunkan tim terbaik untuk memetik kemenangan bakal sangat berpengaruh pada pertandingan berikutnya.

"Tidak ada yang bisa memastikan pada saya bahwa seandainya kami bermain setengah-setengah di Atalanta maka kami akan memberikan performa yang lebih baik saat melawan Liverpool," imbuh Pep.

"Cara terbaik untuk bertandang ke Anfield adalah dengan menjalani pertandingan bagus kontra Atalanta - tim yang telah berjuang melawan tim-tim top Italia dalam dua atau tiga musim terakhir. Itulah kuncinya," pungkasnya.

Klopp: Liverpool Tidak Monoton Pada Satu Takti Saja

0

Prediksimafiabola.com - Jürgen Klopp menegaskan Liverpool tidak pernah tetap pada setiap taktik untuk memenangkan pertandingan. Sebaliknya, The Reds terus-menerus mencari cara untuk menjebol gawang lawan, improvisasi.

Liverpool baru saja mewujudkan comeback dramatis untuk mengalahkan Aston Villa 2-1 akhir pekan lalu. Mereka tertinggal 0-1 sejak menit ke-21, lalu mencetak dua gol di menit ke-87 dan 90.

Kemenangan ini tidak datang dengan mudah, mental pemain Liverpool pun berbicara. Lebih dari itu, yang disukai Klopp adalah kerja keras timnya yang berani mencoba cara-cara berbeda untuk menang.

Klopp mengisyaratkan bahwa Liverpool memang tidak terpaku pada satu taktik saja.

Harus Mencari Cara Bagi Klopp, menang tetaplah menang, entah dengan cara apa. Dia bisa saja bicara soal gegenpressing, bicara soal taktik ini-itu, akan tetapi yang paling penting adalah keberanian dan kerja keras untuk terus berjuang mencetak gol.

Itulah yang dilihat Klopp pada tim Liverpool saat ini. Comeback kontra Aston Villa bukan yang pertama, The Reds sudah berulang kali membalikkan situasi sulit.

"Sebagai tim top, Anda harus selalu menemukan cara [untuk menang]. Jika bagian tengah lapangan padat maka masuk akal untuk menggunakan sisi sayap," buka Klopp.

Baca juga : Sudah Bermain Baik Namun Eden Hazard Masih Belum Puas

"Namun, jika Anda terus-menerus menggempur sisi sayap, biasanya bagian tengah bakan sedikit longgar."

Improvisasi Intinya, Liverpool selalu menyesuaikan diri dengan tim yang mereka hadapi. Taktik dan gaya bermain Liverpool harus bisa menembus celah permainan lawan.

Ketika pertandingan berjalan, ketika segalanya tidak sesuai yang diharapkan, Liverpool bisa berimprovisasi. Inilah yang jadi senjata rahasia pasukan Klopp.

"Taktik kami tidak hanya mengumpan bola ke sisi sayap lalu mengembalikannya ke kotak penalti dengan umpan silang. Jika situasinya mendukung, itu bagus, tapi tidak selalu seperti itu," imbuh Klopp.

"Kami tidak hanya mengandalkan satu opsi dan biasanya lawan bermain tangguh. Setiap tim bisa bermain kompak dan bertahan sangat dalam, itu membuat kami sulit menembus lini terakhir mereka," tandasnya.

Kabar Buruk Terhadap Liverpool Jelang Lawan Arsenal

0

Prediksimafiabola - Liverpool kembali akan menghadapi partai sengit Carabao melawan Arsenal di Piala Champions, Kamis (2019/10/31). Sayangnya, sebelum pertandingan, Liverpool harus mendapatkan berita buruk tentang salah satu pemainnya.

Pada akhir pekan kemarin, the Reds juga menjalani laga sulit lainnya yakni melawan Tottenham di ajang Premier League. Setelah berjuang susah payah, skuat besutan Jurgen Klopp itu akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.

Laga kontra Arsenal ini sendiri merupakan rangkaian dari babak 16 besar Carabao Cup. Pertandingan diyakini akan berjalan dengan sengit karena masing-masing tim terkenal memiliki daya gempur yang hebat.

Arsenal dan Liverpool pun sempat saling bertemu di ajang Premier League pada bulan Agustus lalu. Saat itu, the Reds berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1 berkat dua gol Mohamed Salah dan satu yang disarangkan oleh Joel Matip.

Matip Belum Sembuh Total Kabar buruk yang menimpa Liverpool saat ini berkaitan dengan Joel Matip. Berdasarkan klaim Evening Standard, pemain berumur 28 tahun itu belum bisa ikut serta karena masih menjalani proses pemulihan cedera.

Sejauh ini, Matip sudah melewatkan empat dari lima pertandingan yang dilakoni Liverpool di semua kompetisi. Ia juga tak ikut serta saat the Reds menghadapi Tottenham.

Cederanya dianggap lebih parah dari yang dibayangkan sebelumnya. Padahal Klopp sempat dengan yakin menjelaskan bahwa kondisi Matip tidak berbahaya.

Baca juga : Granit Xhaka Membuat Masalah Untuk Dirinya Sendiri

"Cederanya hanyalah hal kecil yang biasanya selesai dalam dua pekan. Benar-benar selesai, namun kemudian muncul lagi setelah laga kontra United dan sekarang kami harus memastikan bahwa cederanya sudah benar-benar tuntas, hanya itu," tutur Klopp beberapa waktu lalu.

Sudah Absen Lama Permasalahan yang dialami oleh Matip sendiri sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Selain dari laga kontra Manchester United, pria berkebangsaan Kamerun itu terakhir kali tampil melawan Sheffield United pada akhir bulan September lalu.

Padahal belakangan ini namanya cukup sering menghiasi starting XI yang digunakan oleh Jurgen Klopp. Perlu diketahui bahwa Matip telah bermain sebanyak delapan kali di semua ajang, dan hanya satu kali tampil sebagai pengganti.

Semasa cedera, posisinya kerap digantikan oleh Dejan Lovren. Tidak jarang pula satu slot miliknya diisi oleh pemain bertahan Liverpool yang lain, Joe Gomez.

Liverpool Akan Kedatangan Pemain Lama

0

Prediksimafiabola - Liverpool tampaknya kedatangan sosok lama pada bulan Januari. Angka tersebut bernama Loris Karius, yang sekarang menjalankan kehidupan pinjaman di Besiktas.

Kiper asal Jerman itu dikenang sebagai pemain yang akrab dengan aksi blunder. Salah satu yang teringat jelas di benak fans the Reds adalah bagaimana Karius membuat dua kesalahan fatal di final Liga Champions tahun 2018.

Semenjak saat itu, ditambah blunder di laga uji coba pramusim, Karius tergeser dari gawang Liverpool. Terutama setelah klub memutuskan untuk merogoh kocek dalam untuk memboyong Alisson Becker dari Roma beberapa bulan setelah insiden di final Liga Champions.

Kehadiran Alisson membuat kesempatan bermain Karius di Liverpool dipastikan semakin menipis. Tak punya pilihan, pria berumur 26 tahun itu memutuskan untuk memenuhi pinangan Besiktas sebagai pemain pinjaman.

Baca juga : Tidak Ada Pemain Special Di Liverpool Bagi Klopp

Tidak Disukai Banyak Orang Bersama Besiktas, performa Karius menunjukkan grafik yang sedikit lebih baik. Pemberitaan mengenai dirinya jarang terdengar karena Karius tidak membuat kesalahan apapun saat bersama Besiktas.

Sayangnya itu tidak membuat posisinya di Besiktas benar-benar aman. Berdasarkan sejumlah laporan, klub asal Turki itu ingin mengembalikan Karius ke pelukan Liverpool pada bulan Januari nanti.

Mayoritas fans Besiktas dan Ahmet Nur Cebi selaku presiden tidak menyukai keberadaan Karius. Besiktas pun berencana untuk menggantinya dengan kiper Fulham, Fabri.

Sejauh ini, Karius sudah mencatatkan 11 kali penampilan di semua kompetisi dengan catatan 16 kebobolan. Jika kembali ke Liverpool, maka kemungkinan Karius terlihat di lapangan semakin menipis dengan kehadiran Alisson dan Adrian.

Karius Ingin Kembali Ini seperti sebuah doa yang terjawab. Beberapa waktu lalu, Karius pernah menyatakan keinginannya untuk kembali bermain di ajang Premier League begitu masa pinjamannya berakhir.

Sebenarnya, mantan penggawa Mainz itu dipinjam selama dua musim pada tahun 2018 lalu. Dengan demikian, ia baru bisa kembali ke the Reds pada pertengahan tahun 2020 mendatang. Namun kepulangannya bisa terjadi andai Karius bisa meyakinkan manajemen Liverpool.

Sebagai informasi, Karius masih memiliki kontrak di Anfield hingga bulan Juni 2021 nanti.

Legenda Mu Lebih Pilih Dukung Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Manchester United legenda Paul Ince, mendukung Liverpool menjadi juara Liga Premier musim 2019/2020 ini. Menurut Paul Ince, pertandingan yang digelar di Anfield akan menjadi kunci untuk The Reds memenangkan gelar.

Liverpool cukup lama tidak mengecap manisnya gelar juara Premier League dalam dua dekade terakhir. The Reds nyaris mengakhiri puasa gelar ini pada musim 2018/2019 lalu, tetapi gagal. Ambisi Liverpool menjadi juara pupus meskipun sudah meraih 97 poin pada musim lalu. Pasukan Jurgen Klopp tertinggal satu poin dari Manchester City yang keluar sebagai juara. Pasukan Pep Guardiola meraih 98 poin untuk menjadi juara. Gagal di musim lalu, Liverpool diyakini menjadi kandidat kuat juara di musim 2019/2020. Tidak ada banyak perubahan materi pemain di skuat Jurgen Klopp. Dari sisi usia, pemain Liverpool juga berada di usia emas.

Liverpool Juara Premie League Musim 2019/2020? Liverpool memulai musim 2019/2020 dengan sangat bagus. Delapan laga beruntun James Milner dan kolega meraih kemenangan. Catatan kemenangan Liverpool baru terhenti ketika ditahan imbang Manchester United, Minggu (20/10/2019) lalu. Bukan hanya soal performa yang kian menanjak, Paul Ince melihat ada satu faktor lain yang membuat Liverpool menjadi kandidat kuat juara. Faktor tersebut yakni The Reds sangat kuat ketika bermain di kandang.

"Saya menyukai orang-orang Liverpool. Mereka datang dan mendukung tim, mereka gila sepak bola dan mereka mendukung pemain mereka," ucap Paul Ince.

"Anda tidak pernah melihat mereka [fans Liverpool] mencemooh pemain mereka, atau sangat jarang. Mereka paham posisi sebagai penggemar. Mereka memberikan atmosfer yang sangat berbeda."

"Saya suka cara Liverpool menjaga pemain mereka, menjaga mereka sendiri," ucapnya.

Baca juga : Manchester United Akan Dibeli Pangeran Saudi

Liverpool Masih di Puncak Klasemen Liverpool memang gagal meraih tiga poin laga melawan Manchester United. Akan tetapi, posisi The Reds masih berada di puncak klasemen sementara Premier League dan cukup kokoh.

Jordan Henderson dan kawan-kawan memimpin klasemen pekan ke-9 dengan meraih 25 poin. Liverpool unggul enam poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua.

Sementara itu, Manchester United kini masih berada di papan bawah klasemen. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer tersebut baru meraih 10 poin, dan berada di posisi ke-14 klasemen.

Banyak Perdebatan Pertandingan Mu Dan Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Serangkaian kontroversi mewarnai duel Manchester United vs Liverpool akhir pekan lalu. Wasit Martin Atkinson harus membuat sejumlah keputusan penting, didukung oleh Ole Gunnar Solskjaer tapi dikritik Jürgen Klopp.

Pertandingan sengit pada pekan ke-9 Premier League 2019/20 itu berakhir imbang 1-1. Hasil yang adil untuk kedua tim, khususnya bagi MU yang terasa seperti kemenangan.

Kontroversi pertama pertandingan ini terjadi pada proses terciptanya gol Marcus Rashford di babak pertama. Lalu kontroversi besar berikutnya ketika wasit menganulir gol Sadio Mane.

Kontroversi Gol Rashford Gol Rashford berawal dari serangan balik usai Victor Lindelof mencuri bola dari kaki Divock Origi. Serangan balik itu cepat dan agresif, gol yang indah untuk publik Old Trafford.

Namun, cara Lindelof mendapatkan bola dari Origi itulah yang dipermasalahkan. Klopp yakin betul Lindelof melakukan pelanggaran, tapi entah mengapa wasit tidak berpikir demikian.

"Dia [wasit] mengecek ulang dan saya 100 persen yakin VAR bakal menganulir gol itu, tapi jelas itu tidak terjadi. Wasit membiarkan pertandingan berlanjut sebab meski dia punya VAR, VAR berkata situasinya tidak jelas, jadi dia bisa berkata bahwa itu bukan pelanggaran," kata Klopp kepada Liverpool Echo.

"Jadi mereka tidak bisa menganulir gol itu, ini jelas masalah tentang bagaimana kita menggunakan VAR saat ini. Saya tidak marah, itu pelanggaran yang jelas, hanya itu."

Solskjaer Membantah Berbeda dengan Klopp, Solskjaer merasa tidak ada pelanggaran berarti pada proses gol Rashford itu. Komentar Solskjaer mungkin bias, sebab MU diuntungkan. Dia justru menyanyikan pujian untuk wasit.

"Saya kira wasit layak dipuji. Kami jarang melakukan ini. Dia membiarkan pertandingan ini berjalan seperti selayaknya pertandingan derby, tidak mungkin Anda tidak menyentuh pemain lawan," tutur Solskjaer kepada Goal.

"Itu bukan pelanggaran [kontroversi gol Rashford]. Saya kira Keano [Roy Keane] tidak akan menilai itu sebagai pelanggaran."

Baca juga : Liverpool Tidak Bisa Taklukkan Manchester United

Kontroversi Lainnya Selain gol Rashford yang disahkan, VAR pun bertanggung jawab atas dianulirnya gol Sadio Mane. Pemain Senegal ini dianggap handball pada proses menerima bola.

Tayangan ulang sebenarnya tidak cukup jelas, tapi wasit memutuskan Mane memang handball. Hal ini membuktikan bahwa sehebat apa pun VAR, keputusan tetap ada di tangan wasit.

Dua kontroversi ini sama-sama abu-abu, tapi wasit membuat keputusan berbeda. Untuk yang pertama, dia memilih mengesahkan gol Rashford. Kali kedua, dia memilih menganulir gol Mane.

Tanpa kontroversi ini, bisa saja hasil pertandingan berbeda dengan yang sekarang.