Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “bola vivanews”

Panggung Drama Liga Champions

0

Prediksimafiabola.com - Juara LIGA 2018-2019 akan dicatat dalam sejarah sebagai salah satu musim yang memiliki banyak varian acara. Ada kejutan, sisi kontroversi ke final dini dalam empat fase besar.

Yup, seperti komentar Richard Jolly di atas, panggung Liga Champions musim ini menghadirkan banyak catatan menarik. Bagaimana tidak, sejak fase kualifikasi, babak grup dan knock-out, publik pecinta sepak bola disuguhi beragam hal atraktif.

Hebatnya, hal itu terus terjadi dan konsisten sampai babak perempat final, yang dianggap sebagai puncak dari segala macam hal berbau kejutan. Bagaimana tidak, tim-tim unggulan, setidaknya dianggap unggulan, justru bertumbangan.

Laku perempat final memang memantik atensi tersendiri. Deretan klub-klub yang dianggap ideal hadir di sana. Mereka adalah sederet tim papan atas Eropa yang memiliki kualitas pemain di atas rata-rata. Sebut saja seperti Juventus, Barcelona, Liverpool, Manchester City, dan meski masih 'dianggap bangkit', Manchester United.

Komposisi delapan besar tersebut dianggap ideal. Sebelum kick-off perempat final, prediksi yang beredar nyaris sama dalam hal menebak komposisi di semifinal. Prakiraan tersebut tertuju pada kehadiran Barcelona, Liverpool, Juventus dan Manchester City.

Dua nama pertama menjadi para penebak menuju realitas ketika leg 1 selesai. Barcelona membungkam Manchester United di Old Trafford, sementara itu Liverpool menaklukkan FC Porto dengan skor 2-0, di Anfield.

Sayang, modal dua nama terakhir, Juventus dan Manchester City, tak maksikmal di Liga Champions, ketika menuju rumah sendiri. Juventus ditahan imbang oleh Ajax, sedangkan Manchester City justru terjungkal di kandang Tottenham Hotspur (0-1).

Baca juga : Prediksi Chelsea Vs Slavia Praha 19 April 2019

Nasib Tim Unggulan
Alhasil, sebagian besar mata penggemar sepak bola tertuju kepada aksi Juventus dan Manchester City. Hal yang sesuai prediksi, karena Barcelona dan Liverpool memang mulus melenggang, bahkan dengan meningkatkan dominasi mereka.

Lionel Messi dkk membuat Manchester United semakin terpuruk di Camp Nou. Dua gol Lionel Messi dan satu gol persembahan Philippe Coutinho, membuat Barcelona unggul agregat 4-0 atas Paul Pogba dkk.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan sang rival abadi Manchester United, Liverpool. Bermain di markas FC Porto, Liverpool justru tampil tanpa beban. Aliran bola lebih mengalir deras ke jantung pertahanan FC Porto, dan anak-anak Jurgen Klopp berhasil memanfaatkan peluang set-piece.

Kombinasi tersebut memberi empat gol, yang dibagi rata Sadio Mane, Mohamed Salah, Virgil Van Dijk dan Roberto Firmino. Kemenangan tersebut membuat agregat 6-0, sekaligus menunjukkan kualitas luar biasa dari Liverpool.

Sayang, pada segmen selanjutnya, yakni babak semifinal, dua tim raksasa tersebut bakal saling beradu taring. Yup, final kepagian, itulah frasa yang tepat untuk menggambarkan perjumpaan Barcelona kontra Liverpool di babak semifinal.

Deskripsi model apapun tetap tak bisa mengelakkan status panggung final di semifinal. Kualitas permainan, terutama dari sisi permainan agresif, dari kedua tim layak dipertemukan di laga pamungkas

Barcelona dan Liverpool
Apalagi, saat ini Barcelona dan Liverpool adalah dua di antara properti panas di zona Eropa. Liverpool tengah berburu gelar kali pertama dalam dua dekade terakhir di pentas Premier League. Sementara itu, Barcelona adalah penguasa La Liga, yang tinggal membutuhkan angka tak sampai dobel digit agar bisa menambah koleksi trofi jawara domestik.

Semakin rumit ketika membedah kekuatan Barcelona dan Liverpool. Nyaris tak ada ruang yang menyebut keberadaan titik lemah, setidaknya berlatar dua penampilan pada fase perempat final.

Barcelona dan Liverpool memiliki tipikal penyerangan yang sama, yakni mengandalkan ketajaman trisula. Jika Liverpool punya Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane, Barcelona sudah paten pada diri Lionel Messi, Luis Suarez, dan ini yang berbahaya, banyak kombinasi untuk satu orang lagi yang selalu langsung nyetel, meski biasanya diperuntukkan bagi Philippe Coutinho.

Perang di lapangan semakin lengkap, karena Barcelona dan Liverpool memiliki sosok dua pelatih yang sama-sama haus gelar di pentas Liga Champions. Ernesto Valverde (Barcelona) dan Jurgen Klopp (Liverpool), selalu penasaran dengan kans mengangkat trofi jawara turnamen paling bergengsi antarklub se-Eropa tersebut.

Catatan khusus tertuju kepada Klopp. Pelatih yang lama berkarier di Jerman tersebut nyaris menggapai impiannya tahun lalu. Kegagalan itu pula yang membuat Klopp punya ambisi besar menyempurnakan tujuan yang tertunda itu.

Namun, perjalanan Klopp tak akan muda. Tugas untuk melewati Ernesto Valverde bukan perkara mudah. Apalagi selalu bentrok budaya sepak bola antara Spanyol dan Inggris.

Tottenham Hotspur dan Ajax
Kalaupun Klopp lolos dari adangan Barcelona, menaklukkan satu di antara Tottenham Hotspur atau Ajax Amsterdam, juga bukan hal gampang. Dua underdog tersebut muncul sebagai bukti idiom 'bola itu bulat' masih berlaku.

Panggung kejutan terbesar ada di dua klub tersebut. Ajax Amsterdam menjadi pembuat petir kejutan pertama kala menyingkirkan Juventus. Klub terakhir punya target besar musim ini, terutama setelah mendatangkan Cristiano Ronaldo ke Turin.

Nama Cristiano Ronaldo memang moncer, dan terbukti dengan dua gol pada dua pertemuan kontra Ajax Amssterdam. Sayang, ia seperti bermain sendiri, sehingga membuat kolektivitas ala Ajax Amsterdam menaklukkan nama besar Juventus.

Tidak tanggung-tanggung, tamparan keras bagi sang penguasa Liga Italia Serie A tersebut justru terjadi di rumah sendiri, Juventus Stadium. Kali ini, semua pihak mengangkat trofi penanda apresiasi terhadap apa yang diperlihatkan Erik ten Hag, sang juru taktik Ajax Amsterdam.

Ia dianggap berhasil mengeksploitasi keunggulan spirit anak-anak muda Der Amsterdammers, yang berujung semangat pantang menyerah. Mereka tak grogi ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol terlebih dulu.

Kombinasi menawan yang dipadu kreativitas bermain di lapangan, menjadi senjata andalan bagi Frenkie De Jong, Lasse Schone, Dusan Tadic, David Neres, Hakim Ziyech dan Donny van de Beek. Kemampuan Erik ten Hag dalam meramu kombinasi pemain muda dan senior, layak mendapat acungan jempol.

Erik ten Hag berhasil membuat transformasi Ajax, dari klub yang musim lalu berantakan di Eropa, menjadi lebih teratur. Apalagi, konsistensi mereka semakin kentara taktkala sekarang menjadi pemimpin klasemen sementara Eredivisie, dan bersaing ketat dengan PSV Eindhoven.

Walhasil, perjalanan Ajax yang spektakuler juga bakal mendapat lawan sepadan, yakni Tottenham Hotspur. Pertemuan Ajax dan Tottenham Hotspur di empat besar memberikan banyak pesan. Memang, kedua tim tak memiliki basis massa yang besar, tak seperti Barcelona dan Liverpool, namun cara mereka melangkah ke semifinal sudah memberi gambaran tentang kualitas kolektivitas.

Bagaimana Final?
Yup, Tottenham Hotspur dan Ajax tak butuh nama besar yang terlalu dominan. Mereka justru mengandalkan taktik yang berujung pada kreasi dan solid. Itu pula yang diperlihatkan The Spurs kala membungkam Manchester City.

Laga tersebut memang menjadi perbincangan hangat, terutama terhadap dua kejadian, yakni gol Fernando Llorente dan status off-side Sergio Aguero, yang membuat wasit menganulir gol 'kemenangan' dari Raheem Sterling.

Namun, keputusan wasit dengan menggunakan teknologi bantuan (VAR), membuat langkah Spurs ke semifinal berstatus sah. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, boleh saja emosi dan melancarkan protes saat konferensi pers. Namun, harus diakui kualitas permainan mereka, yang berlaga tanpa bomber Harry Kane, menjadi mahfum.

Kini, publik bakal menyaksikan dua laga semifinal yang sudah bisa ditebak status pemenangnya, yakni si raksasa dan si pembunuh raksasa. Well, pertemuan mereka di laga final sudah pasti bakal memberi dua nuansa juga, yakni tim unggulan yang mulus atau petir menyambar dari tim kejutan.

Babak I Liverpool vs Chelsea Belum Gol

0

Prediksimafiabola.com - Pertandingan Yang sangat sengit antara Liverpool vs Chelsea.Duel Liverpool vs Chelsea terasa sengit di babak pertama. Hingga 45 menit, tidak ada gol yang dibuat di Anfield. Skornya masih 0-0.

Dalam laga yang dilangsungkan Minggu (14/4/2019) malam WIB, peluang pertama dibuat Liverpool di menit enam. Sadio Mane yang mendapat bola di sisi kanan pertahanan Chelsea mengirim umpan silang ke kotak penalti. Mohamed Salah ada di sana dan melepaskan tendangan first time dengan kaki kiri saat menyambutnya. Bola lebih dulu memantul di tanah sehingga Kepa Arrizabalaga bisa mudah mengamankannya.

Di depan pendukungnya sendiri, Liverpool dominan pada beberapa menit awal laga. The Reds menekan sejak dari pertahanan Chelsea, yang membuat tim tamu kerap kehilangan bola di wilayahnya sendiri.

Peluang pertama Chelsea baru datang di menit 19. Mendapat bola di dalam kotak penalti, Eden Hazard meliuk-liuk mencoba melewati bek lawan. Upayanya berakhir dengan tendangan mendatar yang mudah ditangkap Alisson Becker.

Salah memantulkan bola yang dia terima di dalam kotak penalti pada Jordan Henderson di menit 25. Sang kapten menyambutnya dengan melepaskan tendangan keras, namun membentur kaki David Luiz. Bola yang melambung liar nyaris masuk ke gawang.

Lima menit berselang serangan balik cepat yang dilakukan Chelsea nyaris menjadi gol. Willian berhasil mengejar bola dari tengah lapangan dan menusuk masuk mendekati kotak penalti. Di sana dia berhasil menciptakan ruang tembak di antara dua bek Liverpool, tapi akurasi tendangannya sangat buruk. Si kulit bundar melenceng beberap meter dari sasaran.

Baca juga : Jurnalis Jadi Lawan Liperpol

Peluang Liverpool berikutnya datang di menit 39. Di tengah lapangan Roberto Firmino mengirim bola ke Salah yang berlari menyusur sisi kanan lapangan. Pemain depan Mesir itu kemudian melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti di mana Mane berada. Sepakan keras Mane tipis luput dari sasaran.

Itu menjadi peluang terakhir yang tercipta di babak pertama. Tidak ada gol tercipta, Liverpool vs Chelsea masih 0-0.

Susunan Pemain

LIVERPOOL: Alisson; Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andy Robertson; Jordan Henderson (c), Fabinho, Naby Keita; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.

CHELSEA: Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta (c), Antonio Rudiger, David Luiz, Emerson Palmieri; N'Golo Kante, Jorginho, Ruben Loftus-Cheek; Willian, Eden Hazard, Callum Hudson-Odoi. (din/cas)

Jurnalis Jadi Lawan Liperpol

0

Prediksimafiabola.com - Kini tantangan terbesar dari Club Liperpol adalah jurnalis - jurnalis. Pasti Penasaran apa yang di maksut menjadi tantangan bukan mari lihat ulasan prediksimafiabola.com berikut dibawah ini.

Manchester City memang jadi rival Liverpool di persaingan gelar Liga Inggris. Tapi bagi Juergen Klopp, jurnalis-jurnalis justru jadi tantangan terbesar.

Liverpool memetik kemenangan 2-0 atas Chelsea, Minggu (14/4/2019) malam WIB untuk merebut kembali puncak klasemen. Sadio Mane dan Mohamed Salah menjadi penentu kemenangan 'Si Merah'.

Dengan tambahan tiga poin, kini tim besutan Juergen Klopp mengoleksi 85 poin dari 34 laga. Liverpool unggul dua poin dari City di posisi dua, yang baru bermain 33 kali.

Dengan selisih setipis ini, Liverpool praktis butuh menyapu bersih empat pekan tersisa sebagai jalan aman menuju tangga juara. Sebuah tekanan yang patut diakui sangat besar.

Klopp menyebut persaingan dengan City sebenarnya tak menjadi tekanan yang sebesar itu untuk ruang gantinya. Justru media dan pernyataan orang-orang di luar klub yang membuat situasi lebih rumit.

"Kami memandang dari satu laga ke laga lainnya. Kami pergi ke Porto sekarang, yang mana akan jadi laga berat, dan kami akan bermain sebagus mungkin di sana. Ini akan jadi sebuah tantangan yang menarik dan sulit," ungkap Klopp.

Baca juga : Prediksi Leganes Vs Real Madrid 16 April 2019

"Lalu kami akan menghadapi Cardiff dan semua orang tahu mereka berjuang untuk bertahan di liga, semua orang tahu itu tempat yang berat. Kami ke sana dan akan mencoba mengerahkan segalanya untuk menang."

"Tantangan terbesarnya untuk kami adalah menghadapi orang-orang dari luar: kalian para jurnalis dan orang-orang lain. Karena kami tak berpikir seperti anggapan kalian," sambungnya.

"Hari ini City menang dan apakah itu menjadi pertanyaan untuk kami? Kalau kami memikirkan mereka, ya jadi sebuah pertanyaan, kalau tidak ya berarti tidak. Kami fokus memainkan permainan kami saja."

"Kalau misalnya, City kalah dan kami mengetahuinya lima menit sebelum pertandingan, seseorang memberi tahu bahwa City kalah, itu tidak membantu. Anda kehilangan fokus pada saat itu," tandas manajer asal Jerman ini seperti dilansir situs resmi klub. (raw/rin)

Agen Sabung Ayam telah menyediakan Link http://162.241.233.33/ yang akan membantu member untuk melakukan Daftar S128 secara cepat dan Gratis.

Link Daftar Joker123 yakni http://108.179.216.137/ yang disediakan oleh Agen Joker123 Gaming Terpercaya di Indonesia.

Agen Sbobet88 Terpercaya telah menyediakan Link Daftar Sbobet88 yakni http://108.179.216.133/ yang bisa anda isi di formulir yang telah tersedia di halaman utama situs ini.

Sebagai Agen SCR888 Indonesia, tentunya Joker338 telah menyediakan Link Daftar SCR888 yakni http://108.179.216.118/ yang berisi panduan daftar dan bermain slot online SCR888 dan 918Kiss.

Link Daftar Bola Asia Tangkas kini dapat anda temukan di http://50.116.102.128/ yang disediakan oleh Agen Tangkasnet Terpercaya di Indonesia.

Salah satu Agen Casino Terpercaya yang menyediakan permainan dadu online adalah Joker338 yang bisa anda daftarkan diri anda melalui link http://162.241.193.224/ yang berisi formulir pendaftaran secara gratis.

Pokerplay338.net adalah agen poker online yang menggunakan server idn poker dengan link daftar idn poker di http://50.116.102.116/ dan menjadi situs poker terpercaya paling fair dengan berapapun kemenangan akan dibayar.