Ribut Dengan Ibrahimovic

Prediksimafiabola.com – Sahabat prediksimafiabola.com kali ini ulasan yang akan di bahas mengenai pemain bola yang cukup terkenal yaitu Ibrahimovic. Pemain yang satu ini memang terkenal memiliki emosi yang tidak begitu stabil apa bila bermain di Lapangan hijau. Pemain yang satu ini memang sudah sangat sering ribut dengan baayak pemain. Penasaran kali ini Ibrahim ribut dengan siapa lagi berikut di bawah ini akan kita jelaskan di ulasan di bawah ini.

Keributan terjadi di pertandingan Major League Soccer yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic. Pemain lawan mengaku diancam oleh striker Swedia tersebut.

Keributan terjadi saat LA Galaxy menjamu Real Salt Lake di Dignity Sport Healt Park, Carson, California, Senin (19/4/2019) WIB. Striker tuan rumah, Ibrahimovic, terlibat keributan dengan bek lawan Nedum Onuoha.

Peristiwa pecah di menit ke-60, saat Ibrahimovic melanggar Onuoha dengan menariknya di bagian leher dan menyeretnya hingga jatuh. Onuoha kesal dan terlibat adu mulut.

Usai mencetak gol di menit ke-78, Ibrahimovic coba mengkonfrontasi Onuoha lagi. Ia terlihat merayakan golnya dengan berteriak di kuping bek lawan. Lagi-lagi sang wasit menenanginya.

Usai laga, Ibrahimovic terlihat mendatangi ruang ganti Salt Lake untuk meminta maaf kepada Onuoha. Tapi, bek asal Inggris itu rupanya menolaknya.

“Dia datang ke sini untuk meminta maaf setelah pertandingan karena sejak menit ke-60, dia mengatakan akan melakukan sesuatu kepada saya. Dia akan menyakiti saya di pertandingan itu,” ungkap Onuoha kepada KSL, yang dilansir Daily Star.

Baca juga : Maurizio Sarri Cukup Senang Dengan Pencapaian Chelsea

“Ini adalah orang yang menjadi wajah MLS sebagaimana dia menyebut dirinya, tetapi beginilah cara dia bermain di lapangan. Jadi saya tidak peduli. Anda tidak mengatakan itu [minta maaf] di lapangan,” jelas Onuoha.

Ibrahimovic menjelaskan sikapnya kepada Onuoha. Pemain yang pernah berseragam klub-klub besar Eropa seperti Barcelona, Manchester United, dan Juventus itu mengaku hanya ingin lebih bersemangat bertanding–kendati dirinya terancam sanksi.

“Apa yang terjadi di lapangan, tetap berada di lapangan. Saya suka merasa lebih hidup. Saya suka ketika itu menjadi duel dan itu terkadang bukan karena saya terkadang tertidur, tetapi saya tidak merasa hidup jika mereka tidak ‘mengaktifkan’ saya.”

“Mereka perlu memancing emosi saya atau ketika laga berjalan terlalu mudah. Saya kenal betul diri saya sendiri, ketika marah, saya merasa lebih baik,” ujarnya