Press "Enter" to skip to content

Posts published in “Day: February 9, 2020

Rahasia Jurgen Klopp Bersama Liverpool

0

Prediksimafiabola.com - Jurgen Klopp sukses besar mengganti Liverpool jadi salah satu regu terkuat di Eropa. The Reds yang saat ini begitu tangguh, apalagi belum sempat merasakan kekalahan di Premier League. Apa rahasianya?

Klopp tiba di Anfield pada tahun 2015 lalu. Musim-musim pertamanya tidak memuaskan, tapi Liverpool mau bersabar menunggu dan mendukung. Sekarang, mereka mulai memetik buah kesabaran tersebut.

Uniknya, tidak ada rahasia spesial di balik kekuatan Liverpool. Bek kanan andalan Klopp, Trent Alexander-Arnold, menegaskan bahwa setiap pemain hanya diberi kebebasan bermain sesuai kemampuan terbaiknya.

Kebebasan oleh Klopp Kekuatan Liverpool tidak hanya pada satu-dua pemain saja. Mereka bermain sebagai tim, menang sebagai tim. Menurut Trent, cara kerja Klopp telah membuat para pemain semakin percaya diri.

"Dia [Klopp] memberi kami semua kebebasan. Jadi sebagian besar itulah yang terjadi ketika pemain mampu memaksimalkan kemampuannya dan bisa menerapkannya dengan cara berbeda pada gaya bermain kami," buka Trent kepada Metro.

"Saya kira sangatlah penting bagi tim untuk memahami itu dan pelatih jelas memahami apa yang perlu kami lakukan untuk menang."

"Dia telah bersikap seperti itu sejak pertama kali tiba, jadi dia telah mengubah klub dengan cara luar biasa," imbuhnya.

Baca juga : Ajang Tanding Strategi Club Milan

Hasrat Klopp Lebih lanjut, Trent yakin kebebasan yang diberikan Klopp itu masih dalam koridor permainan yang sama. Dia pun menyoroti pentingnya hasrat sang pelatih yang menular pada pemain di lapangan.

"Anda bisa melihat di tepi lapangan dan pada wawancara setelah dan sebelum pertandingan, bagaimana dia punya hasrat tinggi untuk permainan ini dan hasrat tinggi untuk menang," sambung Trent.

"Kami melihat itu setiap hari dan pesan-pesan itu penting bagi kami. Dia tidak hanya membantu kami menang, dia memberikan mentalitas untuk mampu melewati kesulitan apa pun dalam pertandingan," tandasnya.

Sumber: Metro

Ajang Tanding Strategi Club Milan

0

Prediksimafiabola.com - Inter Milan hendak berhadapan dengan si rival sekota AC Milan pada minggu ke- 23 Serie A 2019/ 20, Senin( 10/ 2/ 2020). Derby Milan di San Siro ini bakal jadi ajang adu strategi kedua pelatih.

Antonio Conte dan Stefano Pioli diperkirakan akan sama-sama memakai sistem satu striker di laga ini. Conte bakal memasang Romelu Lukaku sebagai striker tunggal, sedangkan Pioli bakal mengandalkan Zlatan Ibrahimovic sebagai ujung tombak serangan.

Christian Eriksen dan Hakan Calhanoglu bakal memainkan peran 'spesial' di timnya masing-masing.

Inter Milan Lautaro Martinez dan Alessandro Bastoni harus absen akibat skorsing. Sementara itu, Stefano Sensi dan Roberto Gagliardini tidak fit 100 persen.

Kiper Samir Handanovic juga sangat diragukan bisa tampil.

Diego Godin adalah favorit untuk menggantikan Bastoni di lini pertahanan.

Perubahan paling jelas bakal terlihat di lini serang. Dengan absennya Lautaro, Conte bisa memasang satu pemain untuk bergerak bebas di belakang Lukaku. Peran itu bakal diberikan kepada Eriksen, yang baru direkrut dari Tottenham.

Alexis Sanchez kemungkinan baru akan turun di babak kedua, saat timnya membutuhkan kaki-kaki yang masih segar.

Baca juga : Penalti Menjadi Akhir Bagi Juventus

AC Milan Dari kubu Milan, Pioli diyakini menyiapkan skema yang mirip. Ibrahimovic bakal diplot sebagai striker tunggal, dengan Calhanoglu diberi kebebasan bergerak di posisi penyerang lubang.

Pioli masih punya opsi lain, yakni dua penyerang dalam formasi 4-4-2 biasanya. Jika itu dipakai, maka Ibrahimovic bakal berpasangan dengan salah satu dari Rafael Leao atau Ante Rebic.

Franck Kessie dan Ismael Bennacer adalah pilihan utama di lini tengah. Samu Castillejo merupakan penguasa baru di sektor kanan Milan, sedangkan sisi kiri bakal ditempati Giacomo Bonaventura.

Sebagai alternatif Bonaventura, Pioli bisa memasang Rebic.

Perkiraan Susunan Pemain Inter (3-5-1-1): Padelli; Godin/D'Ambrosio, De Vrij, Skriniar; Candreva, Vecino, Brozovic, Barella, Young; Eriksen; Lukaku.

Milan (4-4-1-1): G Donnarumma; Conti, Musacchio, Romagnoli, Theo Hernandez; Castillejo, Kessie, Bennacer, Bonaventura/Rebic; Calhanoglu; Ibrahimovic.

Sumber: Football Italia

Penalti Menjadi Akhir Bagi Juventus

0

Prediksimafiabola.com - Pemimpin klasemen Juventus secara mengejutkan takluk 1- 2 di markas Hellas Verona pada minggu ke- 23 Serie A 2019/ 20, Minggu( 9/ 2/ 2020). Berhasil penentu kemenangan Verona dicetak oleh Giampaolo Pazzini melalui titik penalti.

Juventus sejatinya unggul terlebih dahulu melalui gol Cristiano Ronaldo di menit 65. Namun, Verona berbalik menang lewat gol Fabio Borini menit 76 dan penalti Pazzini menit 86.

Mengambil penalti di menit-menit akhir, ketika skor 1-1, tekanannya pasti sangat besar. Pazzini sendiri mengakui itu. Menurut striker veteran Italia tersebut, bolanya seolah terasa sangat berat.

Pantas Menang Verona meraih hasil memuaskan dalam tiga laga terakhirnya di Serie A. Sebelum mengalahkan Juventus, mereka juga menahan imbang AC Milan 1-1 dan Lazio 0-0.

"Melihat stadion seperti ini saja, dan mengalami momen-momen ini, adalah sesuatu yang pantas didapatkan oleh seluruh kota," tutur Pazzini, seperti dikutip Football Italia.

"Memainkan tiga pertandingan dalam tiga hari dan meraih poin-poin adalah sebuah prestasi, dan skuad pantas diberi ucapan selamat untuk usaha mereka."

Grup yang Solid Verona, yang notabene merupakan tim promosi, tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir di Serie A (M4 S4 K0). Sekarang, mereka bersaing untuk zona Eropa.

"Saya rasa tak seorang pun mengira kalau kami bakal seperti ini. Kami telah menciptakan sebuah grup yang solid. Mereka yang jarang bermain pun tetap membantu di setiap pekan. Penting untuk memiliki kekompakan seperti ini," lanjut Pazzini.

Baca juga : Pengakuan Gabriel Martinelli Tentang Ronaldo

Beratnya Penalti vs Juventus Dalam situasi imbang, Verona mendapatkan hadiah penalti empat menit jelang habis waktu normal. Jika gol, mereka bisa menang. Jika gagal, ada kemungkinan Juventus membalikkan skor di sisa waktu yang ada.

"Untuk penalti, Anda harus berlatih keras sepanjang waktu," ujar Pazzini. "Namun, Anda tak bisa menciptakan atmosfer pertandingan (di latihan)."

"Harus saya akui, bolanya terasa sangat berat ketika saya meletakkannya di titik penalti."

Kontrak Pazzini di Verona akan habis pada akhir musim nanti.

"Saya belum memikirkan masa depan. Kita lihat saja nanti," pungkas mantan striker Inter Milan dan AC Milan tersebut.

Sumber: Football Italia